hafalan yang hilang
Panorama yang terbentang dihadapanku bak
sebuah lukisan alam yang amat besar memukau di hadapanku.alam yang
bersahabat,damai dan diiringi dengan suara burung burung yang bersahutan.ku
bersandar di bawah pohon yang rindang dan beralaskan permadani alam.hasratku
ingin mengambil kamera kecilku di dalam tas travel itu untuk mengabadikan
panorama alam yang indah ini.ketika ku buka resleting tasku secara perlahan
lahan ku melihat ada sebuah kitab kecil yang selalu kubawa kemanapun aku pergi
meski aku jarang membacanya setidaknya aku masih mengingatnya dan sesekali ku
buka lembaran kitab itu.kitab suci bagi agamaku pemberian dari sahabatku ketika
usiaku beranjak 14 tahun.akhirnya ku urungkan niatku untuk mengambil kameraku
itu karena kitab suci itu lebih memikat dibandingkan kameraku itu.ku ambil
kitab itu dari tasku dan perahan lahan aku buka dan kubaca dari halaman
awal.seketika teringat beberapa tahun yang lalu bahwasanya aku pernah menghafal
beberapa lembar dari kalimat kalimat indah ini.Dan kututup kitab ini dan ku mulai
mengingatnya satu persatu sambil ku lafadzkan.sekitar 2 lembar halaman pertama
dari kitab ini mampu ku ingat secara sempurna tetapi aku sudah menghafalnya
lebih dari 4 lembar.ku ingat ingat kembali kalimat apa setelah itu berfikir
lebih keras lagi,lagi dan lagi.dan ternyata aku tidak sanggup untuk
mengingatnya kembali.otakku berhenti berfikir bibirpun berhenti melafadzkan dan
menunggu perintah otak.ku merenung dan menarik nafas kemudian ku coba
mengingatnya kembali dan berfikir lebih keras lagi.dan ternyata aku tidak
mampu.hafalanku hanya mampu pada 2 lembar halaman pertama.ku pejamkan mata ini
tak terasa satu persatu tetasan air mata jatuh di kedua pipiku.hati ini gemetar
dan seketika mulut ini berucap”astagfirullahal’azim…maksiat apa yang kamu
perbuat nina sampai kamu melupakan hafalan yang telah kau hafal terlebih lagi
itu adalah hafalan dari kitab suci…”
Amarah berkecamuk dalam jiwa.betapa kecewanya
terhadap jiwa ini.ingin ku teriakkan pada semua bahwa aku kecewa.ku beranjak
dari tempat ini dan berlari ketempat
yang aku mau dengan kitab kecil ini yang erat di telapak tangan kananku.ku
berlari menghampiri padang rumput yang panjangnya melebihi kepalaku.ku bertanya dengan nada
yang tinggi”WAHAI RUMPUT! KEMANA KAU SEMBUNYIKAN HAFALANKU?”tak terdengar jawaban apapun mereka hanya bergoyang
mengikuti arah hemebusan angin.ku
berlari menghampiri ombak dan ku bertanya”WAHAI OMBAK! KEMANA KAU SEMBUNYIKAN
HAFALANKU?”.mereka terdiam dan hanya suara gemuruh yang ku dengar.kemudian ku
berdiri tepat di bawah teriknya matahari dan ku palingkan wajahku lalu aku
bertanya”WAHAI MATAHARI! KEMANA KAU SEMBUNYIKAN HAFALANKU?”lagi lagi tak
terdengar jawaban apapun.dia hanya memancarkan cahaya teriknya pada wajahku.lalu
kuhampiri seorang laki laki yang berpakaian tidak manusiawi”WAHAI
MANUSIA!KEMANA KAU SEMBUNYIKAN HAFALANKU”.Dia memandangku aneh sambil tertawa
dan berkata”kamu gila kamu gila kamu gila”,ternyata aku bertanya pada orang
yang memiliki kelainan jiwa.akhirnya aku berhenti bertanya kepada apa yang aku temui.aku
berjalan kemanapun aku mau dan ternyata aku melihat sebuah gua dan sepertinya
disana adalah tempat yang nyaman untuk menenangkan fikiran ini.sunyi,gelap dan
banyak hewan malam kutemukan disini.ku berwudlu dengan air yang terbendung di
dalam gua ini ternyata airnya jernih dan menyegarkan.dan ku duduk diantara
kegelapan.Aku masih penasaran dengan hafalanku.sakali lagi aku bertanya pada
gua dengan nada yang amat rendah.”wahai gua,kemana kau sembunyikan
hafalanku?.dan ternyata dia menjawabnya.hanya saja jawaban yang gua katakan sama
seperti apa yang ku tanyakan.disitulah aku terdiam.seharusnya aku bertanya pada
diriku mengapa hafalanku hilang.mungkin aku jarang membacanya kembali sehingga
hafalan itu pudar bahkan menghilang.akhirnya ku kembali ke panorama awalku dan
ku mulai menghafalnya satu persatu hingga hafalanku kembali dan aku takkan berhenti
menghafal sampai aku mampu menghafal seluruh kitab itu.
Komentar
Posting Komentar