bahasa membuatku kenyang (part 1)
Sebagai jomblo elegant yang sedang
menunggu pangeran menawan yang akan datang pada waktunya bersama zebra yang
ditungganginya.dicari bukan mencari.dan yang pasti mencoba menghindar dari yang
namanya maksiat otomatis ditantang untuk hidup mandiri termasuk jalan jalan pun
kudu mandiri alias sendiri.akhirnya dalam rangka mengisi liburan smester 1 ku
putuskan untuk mencari buku di sebuah pusat perbelanjaan ternama di daerah
tangerang kota.
Kalau temanku dyah redha chairunisa
membuat cerpen yang berjudul “bahasa membuatku terbang”,dikarenakan
pengalamannya yang pernah terbang ke jepang maka nina rahmawati akan membuat
cerpen yang berjudul “bahasa membuatku kenyang”.itupun berdasarkan pengalaman
yang pernah ku alami.
Tepat pukul 9 pagi ku telusuri ruko ruko yang mulai buka di sebuah pusat
perbelanjaan ternama di daerah tangerang kota.karena aku tak menyukai fasion
akhirnya ruko ruko itu tak kulirik sedikitpun,dan tujuan utamaku adalah toko
buku.tak terasa 4 jam sudah ku habiskan waktu bersama buku buku itu.akhirnya
kuputuskan untuk mengakhiri kegiatanku membaca buku.karena sudah memasuki waktu
salat dzuhur dan sebagai umat muslim tak sepantasnya aku melalaikannya.
kulirik jam tanganku menunjukan pukul 13:25.karena sudah tidak ada yang
ingin dibeli akhirnya ku putuskan untuk pulang kerumah.tetapi jam segitu udara
di luar sedang panas-panasnya dan khawatir kulitku meleleh bak es
cream.hehe.akhirnya ku duduk di bangku umum di dalam pusat perbelanjaan
itu.hitung hitung cuci mata.haha.
dari kejauhan ku lihat seorang laki laki
bertubuh tinggi dan berkulit putih ke kuning kuningan.*ya begitulah
pokoknya.yang pasti seperti orang bule tetapi dari arab.sedang memainkan telpon
gengamnya sambil berjalan.tak sengaja dia menabrak pengunjung lain dan akhirnya
handpone yang di pegangnya jatuh.sepertinya dia meminta maaf kepada pengunjung
yang di tabraknya itu.lalu di ambillah handphone tersebut dan sepertinya
handphone tersebut mati,karena dia memukulkannya ke tangan berberapa
kali.akhirnya dia bertanya sesuatu kepada SPG yang melintas dihadapannya dan
ternyata SPG itu mengantarkan laki laki tersebut ke security yang sedang
berjaga di pusat perbelanjaan tersebut dan tak jauh dari mereka.dan terlihat
seperti tak ada komunikasi diantara mereka bertiga.
Eng ing eng…dengan penuh keyakinan ku
beranikan diri untuk menolong mereka semua dari kegagapan bahasa asing.bak
seorang superhero yang ingin menegakkan kebenaran ku melangkah dengan
gagahnya.*lebay.jarak 5 langkah dari hadapan mereka sudah terdengar bahwa sang
bule menggunakan bahasa arab.dalam hati berkata”mati dah nahwu sama sorof ane
belepotan!”.tapi seketika terngiang kalimat guru tercinta bahwa:”asalkan dia
ngerti dan kita mengerti itu namanya komunikasi”.dan akhirnya aku memberanikan
diri.
ane:”Assalamualaikum,hal
astati’u an usa’idah?(apakah ada yang bisa saya bantu)
bule:”ya
aisyah...fahimti lugoh arobiyah bla bla bla wa hatifiya wa mata”.(anda mengerti
bahasa arab bab la bla dan hp saya mati)
jujur
aku gak terlalu faham apa yang dia ucapkan karena ngomongnya gak pake titik dan
koma.hanya sebagian kata yang mampu ku terjemah.yaitu di awal dan di akhir.dan
ternyata hp dia mati.dan meminta di perbaiki.itu terlihat ketika dia
menunjjukan hp yang mati kepadaku.
Ane:”ana
fahimtu al mas’alah,haya tatba’uni wa ana aroftu al makan”.(saya faham
masalahnya,ayo ikut saya dan saya tau tempatnya).
Bule:”haya
sur’ah…!!!”(ayo cepat)
Ane:”pak
satpam dia minta di antarkan ke tempat hp supaya hp nya hidup kembali”.
Satpam:”yasudah
antarkan saja de,saya gak mudeng dia ngomong apa”
Akhirnya
aku mengantarkan dia ke lantai paling atas untuk memperbaiki hp nya yang
rusak.karena lantai atas adalah pusatnya.
Bule:”ya
aisyah…?”
Ane:”ismi
nina ,laysa aisyah?fahimtum!!”(namaku nina bukan aisyah?mengerti!)
Bule:”afwan
neiyna.wa ismi faruq”.(maaf nina.dan namaku faruq)
Ane:”labatsa.min
‘aina jitum?”(gpp.dri mana asalmu?).
Bule:”mesir”
Ane:”HAH!sohih
akhi? (yang benar)
Bule:”na’am
neiyna”.
Ane:”aroftum
al azhar dong?”(tau alazhar dong?)ternyata logat bahasa indonesiaku masih
kental.hha
Bule:”aroftu.bla
bla bla.”(tau)
Ane:”ana
urid jiddan ila hunaka faruq,al azhar,nil,pyramid wa kullun.”(ana mau banget ke
sana faruq)
Bule:”tafaddol.bla
bla bla”(silahkan)
Ane:”mafi
fulus dodol?”(gak ada duit dodol)
Bule:”maza?”(apa)
Ane:”anta
jamil uh jiddan jidan lah?” (kamu tampan,uh banget banget dah)padahal itu
bahasa jelek banget.
Akhirnya
tiba di pusat elektronik khususnya hp samsu**.
Penjaga
toko:”ada yang bisa saya bantu?”
Bule:”haza
blab la blab la bla….”(ini blab la bla)ucapannya layaknya kereta api tanpa
palang.
Penjaga
toko:”cing cuang cing cing cing cau”mungkin dia g tau harus jawab pake bahasa
apa.akhirnya bahasa nene moyangnya pun terucap.
Dan
mereka saling adu mulut dengan bahasnya masing masing.
Astagfirullah
ampunilah dosa mereka berdua ya ALLAH.kenapa aku di pertemukan dengan mereka
berdua.*nelen ludah.alhasil semua mata tertuju pada kita.
Ane:”uskutu
faruq!hua la tafham ma takalamukum?”(diam faruq!dia gak faham apa yang kamu
bicarakan)
Bule:”afwan
neiyna”
Ane:”ci,hp
temen saya tadi jatuh mau di perbaiki apakah bisa?”sambil saya kasih hp si
faruq.
Penjaga
toko:”sebentar ya mbak saya chek dulu?”
Di
chek selama hampir 30 menit.ternyata komponen hp bagian dalamnya sudah
rusak.saya heran masa baru kebanting segitu saja sudah cepet rusak.dan yang
terseamatkan hanyalah kartu perdananya saja.dan akhirnya saya menyuruh faruq
untuk membeli hp yang baru saja.toh nomor sodara sodaranya yang di ndonesia tersimpan
di kartu itu.
Bule:”nieyna
syukron katsiron bla bla bla bla”(terima kasih blab la bla)
Ane:”afwan”
Bule:”bla
bla bla ‘ur biju’”(intinya nawarin makan dan nanya apakah anda lapar?)
Ane:”la,syukron
faruq”(tidak,terima kasih faruq)
Bule:”laba’tsa
neiyna bla bla bla li taskur”(intinya sebagai ucapan terimakasih)
Berhubung
kita tidak boleh berbohong akhirnya ku terima tawaran makan dari dia karena
perutku lapar.hhe.dan kita makan di masakan sunda sesuai dengan permintanku.dan tak kusangka bahasa membuatku kenyang.bersambung...
Bla
bla bla=bahasa dia yang tak mampu ku terjemah.

Komentar
Posting Komentar