cinta dan kenyataanya



“Cinta itu suci.katanya.tapi nyatanya banyak yang sudah tidak suci karenanya”

Sebuah kalimat yang terbukti kebenarannya.atas nama cinta laki laki dengan mudahnya mengatakan ini dan itu dan atas nama cinta pula wanita percaya atas ini dan itu sampai akhirnya cinta yang berubah menjadi bencana.itu yang namanya cinta?.

Ada banyak definisi tentang cinta dari berbagai buku yang saya baca dan berbagai manusia yang saya ajak bicara.saya sendiri belum dapat mendefinisikan secara verbal maupun non verbal tentang apa arti cinta.memang seharusnya cinta itu suci karena cinta itu hanya diberikan kepada zat yang telah menciptakan kita.tapi terkadang ciptaannya lah yang salah kaprah dalam memaknainya.

Bicara tentang kesucian cinta.jadi teringat sebuah cerita.

Beberapa hari yang lalu teman saya bercerita bahwa dirinya telah membantu persalinan.kemudian dia melanjutkan ceritanya.bahwa orang yang ia bantu ternyata baru berusia 16 tahun dan masih duduk dibangku sekolah setara dengan tingkat 1 SMA.sontak saya kaget bagaimana itu bisa terjadi?banyak pertanyaan yang saya lontarkan bertubi tubi.”lalu bagaimana kondisi anak?ibunya ?suaminya?kerjaan suaminya?sekarang dimana?”.karena saya sadar bahwa wanita seusia itu rahimnya masih lemah dan tulang panggulnya pun demikian.kemudian teman saya melanjutkan ceritanya.”anaknya premature dan masih dalam incubator karena usia kehamilannya baru 7 bulan Alhamdulillah keduanya selamat,entah statusnya suami atau pacar.yang pasti dia masih duduk di bangku sekolah dasar usianya seumuran tapi dia sering gak naik kelas mangkannya begitu,sekarang dia ada si rumah orang tuanya kok nin,kondisi orangtuanya juga demikian saya gak tega minta uang buat persalinannya juga.”
Saya hanya bertanya”kok bisa?”teman saya hanya tersenyum dan menjawab.”kan cinta nin”.
Terdiam dalam lamunan.jika seperti ini jadinya siapa yang salah?apakah cinta?memang bukan kali ini saja saya mendengar hal itu bahkan beberapa teman saya pun ada yang pernah mengalaminya.


Seandainya kita bisa lebih bijak memaknai apa itu cinta.dan kita tahu kepada siapa seharusnya cinta diberikan.dan bagaimana cara memberikannya.semoga cerita ini cukup dijadikan sebuah pelajaran bahwa kita harus menjadi lebih bijak dalam memaknai arti cinta.dan untuk kaum wanita jangan terlalu mudah percaya dengan mulut manis laki laki yang hanya mengucapkan kata cinta kau rela beri segalanya.dan untuk laki laki berfikirlah bagaimana sekiranya ini terjadi terhadap anak perempuanmu.relakah kamu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pertanyaan martikulasi IIP sesi 3

NHW5_Nina Rahmawati_Tangerang

NHW4_Nina Rahmawati_Tangerang