Materi matrikulasi IIP sesi 3
Materi Matrikulasi Institu Ibu Profesional
Batch#3 Sesi #3
MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
RUMAH
“ Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya ”
Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.
Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.
Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ misi spesifiknya ”, tugas kita memahami kehendakNya.
Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.
Darimana kita harus memulainya?
1.PRA NIKAH
Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:
a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?
Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.
Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,
ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK
2.NIKAH
Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:
Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.
3.ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)
Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.
Setelah ketiga pertanyaan tambahan di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.
Karena,
IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak
Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.
Karena
Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang
Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.
Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan
Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
SUMBER BACAAN
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015
Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober
2016
Tambahan materi (1):
Tambahan materi buat para bunda yang beragama Islam, ada panduan di Alqur'an sebenarnya untuk "berdamai dengan masa lalu"yg disebut tazkiyatunnafs sbb:
Tazkiyatunnafs adalah bahasa alQuran untuk mentherapy secara alamiah dan fitriyah apa apa yang menyebabkan kita berperilaku buruk. Tiada cara yang baik dan mengakar kecuali memperbaiki jiwa sebelum memperbaiki fikiran dan amal.
Belum pernah ada surat di dalam alQuran dimana Allah bersumpah begitu banyak, sampai 11 kali, kecuali untuk pensucian jiwa "sungguh beruntung mereka yang mensucikan jiwanya" (surat asSyams).
Warisan pengasuhan masa lalu dalam dunia psikolog sering disebut Inner Child, kadang sehebat apapun ilmu parenting atau psikologi yang kita pahami, tetap saja di tataran praktis yang kita pakai adalah apa yang pernah kita alami ketika kecil. Misalnya, kita tahu membentak dan menjewer itu buruk, namun ketika kekesalan memuncak maka hilang semua pemahaman, yang ada lagi lagi membentak dan menjewer.
Ada terapinya untuk ini, namun sebaiknya kita menggunakan jalur alamiah dan syar'i yaitu Tazkiyatunnafs, atau pensucian jiwa. Ini perlu waktu, perlu momen, perlu keberanian utk keluar dari zona nyaman dan instan.
AlQuran juga mengingatkan bahwa sebelum ta'lim maka penting untuk tazkiyah lebih dulu. Dalam prakteknya paralel saja, karena begitu kita berniat sungguh2 mendidk anak sesuai fitrahnya maka sesungguhnya kita sedang tanpa sadar mengembalikan fitrah kita atau sedang tazkiyatunnafs
Dalam buku tarbiyah Ruhiyah, pensucian jiwa itu bisa dilakukan dengan 5 M
pertanyaan pertanyaan materi martikulasi sesi 3
Batch#3 Sesi #3
MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
RUMAH
“ Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya ”
Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.
Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.
Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ misi spesifiknya ”, tugas kita memahami kehendakNya.
Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.
Darimana kita harus memulainya?
1.PRA NIKAH
Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:
a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?
Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.
Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,
ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK
2.NIKAH
Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:
- Pertama temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?
- Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?
- Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?
- Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?
Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.
3.ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)
Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.
- Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
- Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
- Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?
Setelah ketiga pertanyaan tambahan di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.
Karena,
IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak
Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.
Karena
Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang
Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.
Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan
Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
SUMBER BACAAN
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015
Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober
2016
Tambahan materi (1):
Tambahan materi buat para bunda yang beragama Islam, ada panduan di Alqur'an sebenarnya untuk "berdamai dengan masa lalu"yg disebut tazkiyatunnafs sbb:
Tazkiyatunnafs adalah bahasa alQuran untuk mentherapy secara alamiah dan fitriyah apa apa yang menyebabkan kita berperilaku buruk. Tiada cara yang baik dan mengakar kecuali memperbaiki jiwa sebelum memperbaiki fikiran dan amal.
Belum pernah ada surat di dalam alQuran dimana Allah bersumpah begitu banyak, sampai 11 kali, kecuali untuk pensucian jiwa "sungguh beruntung mereka yang mensucikan jiwanya" (surat asSyams).
Warisan pengasuhan masa lalu dalam dunia psikolog sering disebut Inner Child, kadang sehebat apapun ilmu parenting atau psikologi yang kita pahami, tetap saja di tataran praktis yang kita pakai adalah apa yang pernah kita alami ketika kecil. Misalnya, kita tahu membentak dan menjewer itu buruk, namun ketika kekesalan memuncak maka hilang semua pemahaman, yang ada lagi lagi membentak dan menjewer.
Ada terapinya untuk ini, namun sebaiknya kita menggunakan jalur alamiah dan syar'i yaitu Tazkiyatunnafs, atau pensucian jiwa. Ini perlu waktu, perlu momen, perlu keberanian utk keluar dari zona nyaman dan instan.
AlQuran juga mengingatkan bahwa sebelum ta'lim maka penting untuk tazkiyah lebih dulu. Dalam prakteknya paralel saja, karena begitu kita berniat sungguh2 mendidk anak sesuai fitrahnya maka sesungguhnya kita sedang tanpa sadar mengembalikan fitrah kita atau sedang tazkiyatunnafs
Dalam buku tarbiyah Ruhiyah, pensucian jiwa itu bisa dilakukan dengan 5 M
- Mu'ahadah -mengingat ingat kembali perjanjian kita kepada Allah. Baik syahadah, maksud penciptaan, misi pernikahan, doa doa ketika ingin dikaruniai anak, menyadari potensi2 fitrah dstnya
- Muroqobah - mendekat kepada Allah agar diberikan qoulan sadida, yaitu ucapan dan tutur yang indah berkesan mendalam, idea dan gagasan yang bernas dalam mendidik, sikap dan tindakan yang pantas diteladani. Allahlah pada hakekatnya Murobby anak anak kita, karena Allahlah yang memahami fitrah anak anak kita. Maka kedekatan dengan Allah adalah agar hikmah hikmah mendidik langsung diberikan Allah untuk anak anak kita melalui diri kita.
- Muhasabah - mengevaluasi terus menerus agar semakin sempurna dan sejalan dengan fitrah dan kitabullah, bukan obsesi nafsu dan orientasi materialisme
- Mu'aqobah - menghukum diri jika tidak konsisten dengan hukuman yang membuat semakin bersemangat dan semakin konsisten untuk tidak melalaikan amanah
- Mujahadah - sungguh sungguh menempuh jalan sukses (fitrah) dengan konsisten, membuat perencanaan dan ukuran2 nya
- (Hasil Diskusi dengan Ustadz Harry Santosa dan Ustdz Aad seputar "tazkiyatunnafs)
pertanyaan pertanyaan materi martikulasi sesi 3
1. Bunda Gita listyawati
Jika sudah terlanjur menikah dan belum bisa berdamai dengan masa lalu( masa kecil) kita .apa yg harus dilakukan? Dan untuk menemukan potensi kita ( istri dan suami) apakah ada trik khusus? Jujur saya orangy kurang peka.
jawaban:
mba gita yang baik, alirkan rasa masa lalu mba kepadaNya, harus lebih sering sambil terus berusaha untuk memaafkan yang sudah lalu. masa kecil kita, dengan banyak mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan hingga saat ini kita dalam keadaan baik, sehat tanpa kekurangan apapun, sering2 melihat orang-orang yang masa kecilnya lebih buruk dari kita
Untuk menemukan potensi kita (istri atau suami), Ada gejala-gejalanya, antara lain, ketika kita melakukan hal tersebut, mata kita selalu berbinar-binar, energi tidak pernah habis, serasa ada energi yang terbarukan, tidak pantang menyerah, setiap kali ada ujian, selalu makin bersemangat. (versi septi peni wulandani).
Kalau versi Abah Rama, ada 4 E (Enjoy, Easy, Excellent, Earn). Nah untuk itu perlu dicoba satu persatu, ketika menemukan sesuatu yang “gue banget” segera tekuni dan jangan berganti-ganti (mengingat faktor U- umur) disitulah kita akan semakin memahami mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini. versi saya, ada rasa beda setiap kali bergelut disini, perasaan ''excited" amazing" wow" ketika menjalaninya.
2.Bunda Arnis
Sang maha pencipta menghadirkan qt dimuka bumi ini sdh dilengkapi dengan misi spesifik nya..tugas qt memahami kehendakNYA.. pertanyaan nya bgimn sih qt memahami kehendakNYA ttg misi spesifik NYA menciptakan qt dimuka bumi ini
jawaban: ✅
bunda arnis soleha, cara memahami kehendakNya adalah membaca tanda-tanda cintaNya yang diberikan ke kita selama ini. Apakah kita menyadarinya bahwa DIA sudah banyak memberikan banyak tanda-tanda cinta ke kita, sehingga kita paham maksud DIA menciptakan kita? atau kita menganggapnya biasa-biasa saja, sehingga tidak membuat berpikir banyak?
Point-point yang diberikan di materi #3 ini adalah sedikit dari banyak clue yang bisa kita jawab bersama dengan perlahan-perlahan kita istiqomah mengikuti program matrikulasi ini sampai selesai, insyaAllah kita akan mendapatkan jawabannya
3. Bunda Fera
Jika ada hal di masa lalu yang masih belum bisa dilupakan, apakah itu tandanya sy belum bisa memaafkan? Bagaimana caranya memaafkan dan berdamai dengan masa lalu?
jawaban:
tanda kita bisa melupakan adalah ketika kita cerita pada orang lain kita tidak memiliki emosi marah lagi, kita sudah bisa menerima takdir kita bahwa kita pernah merasakah hal buruk itu, maka bila demikian kita telah berdamai dengan masa lalu. caranya sekali lagi dengan alirkan rasa tsb kepadaNya,dengan tazkiyatun nafs salah satunya
3. Bunda Imah
Brti dri 3hal itu tdk bisa "menonjol" smua y?
Harus ada yg utama/yg jdi prioritas?... Ato gimna?
jawaban:
kurikulum anak-anak kita sebenarnya yang tahu adalah diri kita sendiri, fokus pada kekuatan anak. bagaimana cara tahunya? dengan melihat aktivitas2 yang ia senangi dan membuat dia tidak bosan untuk melakukannya. untuk anak usia 5th yang utama adalah kita memberikan stimulus2 yang merangsang otak dia untuk ingin tahu. untuk kurikulum masing-masing anak sesungguhnya berbeda karena masing-masing anak itu unik dan setiap manusia memiliki misi tersendiri dalam penciptaanNya.
4. Bunda Een
Apa indikator kalau kita sdh memaafkan masa lalu?
Sy memiliki seorang ayah yg mencari nafkah di luar negeri sejak sy SD sampai sekarang,sehingga ortu saya bercerai setelah bbrp bulan meninggalkan tanah air,hal tsb msh mempengaruhi kehidupan rumah tangga saya hingga saat ini,Krn hingga saat ini saya tidak bisa mengijinkan suami untuk bekerja di luar kota
Sy berusaha mengambil pelajaran dari masa lalu spy tidak terulang hal2 yg tdk diinginkan
Apakah hal tsb termasuk jg dalam kategori blm memaafkan masa lalu??
jawaban:
mba een soleha, indikator kita telah memaafkan masa lalu, sama dengan pertanyaan sebelumnya, ketika kita tidak memiliki emosi apa-apa lagi saat menceritakan hal ini pada orang lain. bila masih ada ganjalan maka sebaiknya bisa dibicarakan kepada suami apakah suami kita senang dengan keadaan demikian? bila suami senang dan tidak masalah bisa dilanjutkan. namun bila suami merasa kurang senang alangkah baiknya bila didiskusikan kembali sambil terus berdoa memohon pertolongan Allah agar tidak terjadi hal-hal yang ditakutkan terulang kembali. serahkan semua kepada Allah, karena takdir kita telah ditulis dalam lauful mahfuz sejak kandungan. hanya doa yang bisa merubah takdir ini. maka teruslah berusaha, berdoa dan tawakal setelah melakukan proses tsb.
5.Bunda Retno
Dalam menggali potensi diri kita dan keluarga seringkali terabaikan karena terjebak dengan rutinitas sehari-hari,sehingga sepertinya kok keluarga kita gitu2 aja ya...bagaimana menyiasatinya?
jawaban:
Bunda Retno yang baik, buat family forum, buat resolusi2 tahunan, bulanan, mingguan, harian, buat proyek2 keluarga bersama semua itu disesuaikan dengan misi keluarga mau dibawa kemana? contohnya keluarga bu septi misi nya membangun peradaban, keluarga halilintar misinya petualangan, keluarga saya misinya memberikan kebaikan dan manfaat kepada orang lain. fokus istiqomah dengan apa2 yang kita rencanakn bersama saling mengingatkan dan sekali lagi mohon pada Allah agar bisa terwujud impian misi keluarga kita.
dari anak-anak balita, remaja, suami dan kita buat breakdown peran masing-masing setelah kita menciptakan misi keluarga kita. fokus dan kerjakan.
6.Bunda Itha
Bagaimana dengan orang yang menikah, tetapi belum selesai dg masa lalunya ? Agar tak menyisakan luka ?
Jika kita, sudah memikirkan 4 tahapan membangun peradaban, bagaimana cara membuat misi keluarga yg baik ?
jawaban:
Bunda itha soleha, damai dengan masa lalu itu penting, agar kita tidak mengulangi kesalahan itu pada anak-anak kita. menurut bu septi: " Air tidak pernah kembali ke hulu, peristiwapun tidak, memaafkan hanyalah menutup agar ia tidak diingat kembali.
Harapannya dengan "memaafkan" masa lalu dengan setulus hati kita, kita bisa "menerima" segala kondisi tsb. Tidak lagi mengungkit-ungkit, dan apabila disentil, tidak ada emosi yg menyertainya"
buat family forum, sharing masing-masing mimpi anak-anak yang sudah mulai paham bisa diikutsertakan, usia kepahaman anak berbeda2. kalau keluarga saya setiap tahun baru buat resolusi bersama, sebelumnya evaluasi apa-apa yang sudah berhasil dan belum ditahun sebelumnya. yang belum apakah perlu dimasukan resolusi kembali? untuk bulanan, mingguan, harian bisa di breakdown lagi dari resolusi setahun kita tsb.
7. Bunda Diana
Anak pertama kami (5thn 9bln) luar biasa, dia mudah sekali belajar,berempati,penyayang, sampai akhirnya adiknya lahir hampir 2thn yg lalu, byk hal yg dia lakukan utk menarik perhatian kami yg mulai sibuk dg adiknya.
jawaban:
Bunda Diana soleha, bila demikian maka Libatkan Kaka dalam merawat adiknya,pernah dengar dari pak Dodik saat Ara lahir,maka ara jadi mainan untuk enes.Enes kecil biasa menggantikan popoknya Ara,Itu yg saya dengar.Jadi, libatkan kakak dalam merawat adiknya
Mulailah untuk tazkiyatunafsi ,memohon ampun pada yg kuasa atas apa yg telah kita perbuat,karna mungkin secara tidak sengaja kita telah merusak fitrah² baik ank kita.lalu,mulai belajar untuk memperbaiki secara perlahan,jika kita butuh support dari pasangan,maka bicarakan secara baik-baik.. apa yg membuat kita nyaman.Jika ibu bahagia maka anak-anak pun tumbuh dengan bahagia.
8. Ria Asyrofa
Bagaimana meyakini bahwa pertanyaan2 yg ada (4 pertanyaan utk yg sudah menikah) telah dijawab dengan benar? Apakah ada indikatornya? ✅ alhamdulillah bunda Ria, ke 4 pertanyaan ini kebenarannya adalah ketika kita telah menerima semua ini dengan rasa syukur, hati kita damai dan setelah itu kita bisa mulai tercerahkan untuk merancang misi tersebut pada diri kita, pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita. kita merasa nyaman dalam peran tsb. dan kedamaian ini memberikan keharuman buat lingkungan kita, memberikan kebaikan dan perubahan positif.
sesunggunya hal ini akan terus berjalan sepanjang kehidupan kita, untuk terus berproses menuju kebaikan, karena tentu misi hidup kita adalah beribadah kepada Allah dan menebarkan rahmat keselurah alam
9.bunda dede
Bunda Dede Soleha, kita paham bahwa tidak ada manusia yang sempurna. maka tugas kita adalah berusaha saling memahami satu sama lain, menghormati kelebihan masing-masing agar kita bisa merasa bangga bersanding dengan pasangan kita. saling mengisi kekurangan. kita harus sering ngobrol santai, agar FoR ( Frame of Reference) dan FoE ( Frame of Experience ) kita dan suami sama. menurut bu septi sering2 pillow talk sebelum tidur dengan pasangan kita
Bunda, usahakan selalu untuk itu mengijinkan hati anda “jatuh cinta ” setiap saat terhadap suami. Ketika salah satu tidak sesuai harapan, jangan saling menyalahkan, itu tandanya kualitas kita juga sedang berkurang di hadapan Allah, maka teruslah memantaskan diri menjadi istri yang baik, Allah Maha membolak balikkan hati, maka hanya Allah yang bisa membolak balikkan hati pasangan kita, BUKAN kita.
buat frame kita sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah, bila memang negatif menurut frame Allah ini berarti ini memang negatif dan harus dibicarakan baik-baik secara bersama. namun bila keunikan suami kita menurut frame Allah tidak negatif, tentu kita harus lapang dan berusaha mencintai keunikan ini, karena keunikan ini adalah fitrah yang Allah berikan kepada suami kita. Dan kita wajib mendukung suami kita untuk fokus kepada keunikan tsb.
kebersamaan ini tidak mesti selalu bersama, bu septi pernah cerita ketika anaknya yang besar sekolah di singapur, beliau ketika Ramadhan bersama2 membuat jadwal ngaji bareng bada maghrib dengan skype. jadi tentu long distance tidak menghalangi kebersamaan. ketika jadwal kunjungan anak bisa kita optimalkan moment tsb untuk bersama keluarga membuat forum keluarga yang santai.
prinsip terakhir dari bu septi: ” Semua boleh, kecuali yang tidak boleh”. Semua teori yang diyakini keluarga boleh dipakai, yang tidak boleh cuma satu “Mencari kelemahan anak-anak kita”
Jika sudah terlanjur menikah dan belum bisa berdamai dengan masa lalu( masa kecil) kita .apa yg harus dilakukan? Dan untuk menemukan potensi kita ( istri dan suami) apakah ada trik khusus? Jujur saya orangy kurang peka.
jawaban:
mba gita yang baik, alirkan rasa masa lalu mba kepadaNya, harus lebih sering sambil terus berusaha untuk memaafkan yang sudah lalu. masa kecil kita, dengan banyak mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan hingga saat ini kita dalam keadaan baik, sehat tanpa kekurangan apapun, sering2 melihat orang-orang yang masa kecilnya lebih buruk dari kita
Untuk menemukan potensi kita (istri atau suami), Ada gejala-gejalanya, antara lain, ketika kita melakukan hal tersebut, mata kita selalu berbinar-binar, energi tidak pernah habis, serasa ada energi yang terbarukan, tidak pantang menyerah, setiap kali ada ujian, selalu makin bersemangat. (versi septi peni wulandani).
Kalau versi Abah Rama, ada 4 E (Enjoy, Easy, Excellent, Earn). Nah untuk itu perlu dicoba satu persatu, ketika menemukan sesuatu yang “gue banget” segera tekuni dan jangan berganti-ganti (mengingat faktor U- umur) disitulah kita akan semakin memahami mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini. versi saya, ada rasa beda setiap kali bergelut disini, perasaan ''excited" amazing" wow" ketika menjalaninya.
2.Bunda Arnis
Sang maha pencipta menghadirkan qt dimuka bumi ini sdh dilengkapi dengan misi spesifik nya..tugas qt memahami kehendakNYA.. pertanyaan nya bgimn sih qt memahami kehendakNYA ttg misi spesifik NYA menciptakan qt dimuka bumi ini
jawaban: ✅
bunda arnis soleha, cara memahami kehendakNya adalah membaca tanda-tanda cintaNya yang diberikan ke kita selama ini. Apakah kita menyadarinya bahwa DIA sudah banyak memberikan banyak tanda-tanda cinta ke kita, sehingga kita paham maksud DIA menciptakan kita? atau kita menganggapnya biasa-biasa saja, sehingga tidak membuat berpikir banyak?
Point-point yang diberikan di materi #3 ini adalah sedikit dari banyak clue yang bisa kita jawab bersama dengan perlahan-perlahan kita istiqomah mengikuti program matrikulasi ini sampai selesai, insyaAllah kita akan mendapatkan jawabannya
3. Bunda Fera
Jika ada hal di masa lalu yang masih belum bisa dilupakan, apakah itu tandanya sy belum bisa memaafkan? Bagaimana caranya memaafkan dan berdamai dengan masa lalu?
jawaban:
tanda kita bisa melupakan adalah ketika kita cerita pada orang lain kita tidak memiliki emosi marah lagi, kita sudah bisa menerima takdir kita bahwa kita pernah merasakah hal buruk itu, maka bila demikian kita telah berdamai dengan masa lalu. caranya sekali lagi dengan alirkan rasa tsb kepadaNya,dengan tazkiyatun nafs salah satunya
3. Bunda Imah
- Bagaimana contoh real dlm menentukan kurikulum pendidikan yg cocok tuk anak kita (anak saya 5th 7bl)... Thn dpn mau SD. Apakah ada kriteria khusus juga dlm mencri SD yg pas tuk anak?
- Mendidik anak sesuai kehendakNYA , maksutnya gimna?
- Antara pekerjaan, berkarya dan mendidik adalah ssutu yg tak terpisahkan, sehingga ada yg harus dikorbankan. Agak bisa jalan seirama.
Brti dri 3hal itu tdk bisa "menonjol" smua y?
Harus ada yg utama/yg jdi prioritas?... Ato gimna?
jawaban:
kurikulum anak-anak kita sebenarnya yang tahu adalah diri kita sendiri, fokus pada kekuatan anak. bagaimana cara tahunya? dengan melihat aktivitas2 yang ia senangi dan membuat dia tidak bosan untuk melakukannya. untuk anak usia 5th yang utama adalah kita memberikan stimulus2 yang merangsang otak dia untuk ingin tahu. untuk kurikulum masing-masing anak sesungguhnya berbeda karena masing-masing anak itu unik dan setiap manusia memiliki misi tersendiri dalam penciptaanNya.
- Apakah ada kriteria khusus juga dlm mencri SD yg pas tuk anak? Bisa bertanya langsung apakah selaras dengan visi misi keluarga kita? maka usahakan tetapkan misi keluarga kita terlebih dahulu. iri setiap anak² ,kewajiban kita hanya membangkitkan fitrah² tersebut, dalam agama Islam bisa mengacu pada Al Qur'an dan hadist
- Anak ini telah dititipkan Allah di rahim kita, Dia memilihkan kita sebagai pemegang amanah ini. Tentu ini adalah tanggung jawab kita selaku orang tua menjaga amanah yang Allah berikan. ada tulisan dari ust. Hari Santosa bagus dan bisa menjawabnya.
- antara pekerjaan, karya dan anak seharusnya bisa berjalan beriringan, kita harus yakin bahwa rezeki adalah kepastian dari Allah, sudah ditetapkan oleh Allah sejak kita masih dalam kandungan. jadi jangan kita mengejar kepastian namun kemuliaan dan tugas kita sebagai ibu terlalaikan. tugas kita mendidik anak-anak itu hanyalah sampai mereka baligh, 14th, selepasnya adalah tinggal memperhatikan koridor2 yang telah kita tetapkan. karena setelah baligh anak-anak telah bertanggungjawab pada dirinya sendiri. bukan tanggungjawab kita lagi. maka upayakan amanah ilmu telah kita berikan tuntas kepada anak-anak selagi mereka masih menjadi tanggungjawab kita. dan tentunya tidak lepas berdoa dalam setiap usaha yang telah kita lakukan. yakin bersungguh-sungguh didalam (keluarga dan rumah) maka rezeki akan mengikuti. insyaAllah
4. Bunda Een
Apa indikator kalau kita sdh memaafkan masa lalu?
Sy memiliki seorang ayah yg mencari nafkah di luar negeri sejak sy SD sampai sekarang,sehingga ortu saya bercerai setelah bbrp bulan meninggalkan tanah air,hal tsb msh mempengaruhi kehidupan rumah tangga saya hingga saat ini,Krn hingga saat ini saya tidak bisa mengijinkan suami untuk bekerja di luar kota
Sy berusaha mengambil pelajaran dari masa lalu spy tidak terulang hal2 yg tdk diinginkan
Apakah hal tsb termasuk jg dalam kategori blm memaafkan masa lalu??
jawaban:
mba een soleha, indikator kita telah memaafkan masa lalu, sama dengan pertanyaan sebelumnya, ketika kita tidak memiliki emosi apa-apa lagi saat menceritakan hal ini pada orang lain. bila masih ada ganjalan maka sebaiknya bisa dibicarakan kepada suami apakah suami kita senang dengan keadaan demikian? bila suami senang dan tidak masalah bisa dilanjutkan. namun bila suami merasa kurang senang alangkah baiknya bila didiskusikan kembali sambil terus berdoa memohon pertolongan Allah agar tidak terjadi hal-hal yang ditakutkan terulang kembali. serahkan semua kepada Allah, karena takdir kita telah ditulis dalam lauful mahfuz sejak kandungan. hanya doa yang bisa merubah takdir ini. maka teruslah berusaha, berdoa dan tawakal setelah melakukan proses tsb.
5.Bunda Retno
Dalam menggali potensi diri kita dan keluarga seringkali terabaikan karena terjebak dengan rutinitas sehari-hari,sehingga sepertinya kok keluarga kita gitu2 aja ya...bagaimana menyiasatinya?
jawaban:
Bunda Retno yang baik, buat family forum, buat resolusi2 tahunan, bulanan, mingguan, harian, buat proyek2 keluarga bersama semua itu disesuaikan dengan misi keluarga mau dibawa kemana? contohnya keluarga bu septi misi nya membangun peradaban, keluarga halilintar misinya petualangan, keluarga saya misinya memberikan kebaikan dan manfaat kepada orang lain. fokus istiqomah dengan apa2 yang kita rencanakn bersama saling mengingatkan dan sekali lagi mohon pada Allah agar bisa terwujud impian misi keluarga kita.
dari anak-anak balita, remaja, suami dan kita buat breakdown peran masing-masing setelah kita menciptakan misi keluarga kita. fokus dan kerjakan.
6.Bunda Itha
Bagaimana dengan orang yang menikah, tetapi belum selesai dg masa lalunya ? Agar tak menyisakan luka ?
Jika kita, sudah memikirkan 4 tahapan membangun peradaban, bagaimana cara membuat misi keluarga yg baik ?
jawaban:
Bunda itha soleha, damai dengan masa lalu itu penting, agar kita tidak mengulangi kesalahan itu pada anak-anak kita. menurut bu septi: " Air tidak pernah kembali ke hulu, peristiwapun tidak, memaafkan hanyalah menutup agar ia tidak diingat kembali.
Harapannya dengan "memaafkan" masa lalu dengan setulus hati kita, kita bisa "menerima" segala kondisi tsb. Tidak lagi mengungkit-ungkit, dan apabila disentil, tidak ada emosi yg menyertainya"
buat family forum, sharing masing-masing mimpi anak-anak yang sudah mulai paham bisa diikutsertakan, usia kepahaman anak berbeda2. kalau keluarga saya setiap tahun baru buat resolusi bersama, sebelumnya evaluasi apa-apa yang sudah berhasil dan belum ditahun sebelumnya. yang belum apakah perlu dimasukan resolusi kembali? untuk bulanan, mingguan, harian bisa di breakdown lagi dari resolusi setahun kita tsb.
7. Bunda Diana
Anak pertama kami (5thn 9bln) luar biasa, dia mudah sekali belajar,berempati,penyayang, sampai akhirnya adiknya lahir hampir 2thn yg lalu, byk hal yg dia lakukan utk menarik perhatian kami yg mulai sibuk dg adiknya.
- Bagaimana mengembalikan rasa percaya diri nya,bahwa kami ttp menyayangi nya, walaupun dia punya adik?
- Kami sering membandingkan dg masa kecil kami,dmn ketika kami punya adik di usia yg sama dengannya,kami sdh asik bermain dg teman2 kami,shg kami sering menganggapnya (si kakak) lebay,dll.. Bagaimana caranya agar kami bisa berdamai dg keadaan si kakak,sehingga kami bisa kembali mencintai & menerima keunikannya dg tulus?
jawaban:
Bunda Diana soleha, bila demikian maka Libatkan Kaka dalam merawat adiknya,pernah dengar dari pak Dodik saat Ara lahir,maka ara jadi mainan untuk enes.Enes kecil biasa menggantikan popoknya Ara,Itu yg saya dengar.Jadi, libatkan kakak dalam merawat adiknya
Mulailah untuk tazkiyatunafsi ,memohon ampun pada yg kuasa atas apa yg telah kita perbuat,karna mungkin secara tidak sengaja kita telah merusak fitrah² baik ank kita.lalu,mulai belajar untuk memperbaiki secara perlahan,jika kita butuh support dari pasangan,maka bicarakan secara baik-baik.. apa yg membuat kita nyaman.Jika ibu bahagia maka anak-anak pun tumbuh dengan bahagia.
8. Ria Asyrofa
Bagaimana meyakini bahwa pertanyaan2 yg ada (4 pertanyaan utk yg sudah menikah) telah dijawab dengan benar? Apakah ada indikatornya? ✅ alhamdulillah bunda Ria, ke 4 pertanyaan ini kebenarannya adalah ketika kita telah menerima semua ini dengan rasa syukur, hati kita damai dan setelah itu kita bisa mulai tercerahkan untuk merancang misi tersebut pada diri kita, pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita. kita merasa nyaman dalam peran tsb. dan kedamaian ini memberikan keharuman buat lingkungan kita, memberikan kebaikan dan perubahan positif.
sesunggunya hal ini akan terus berjalan sepanjang kehidupan kita, untuk terus berproses menuju kebaikan, karena tentu misi hidup kita adalah beribadah kepada Allah dan menebarkan rahmat keselurah alam
9.bunda dede
- saat akan menikah, calon suami n istri pasti memilih calon yg memiliki sifat2 sesuai harapan masing2.bgm ketika sdh menikah terkadang ada yg kurang sesuai.bgm mensikapix agar kehidupan rmh tangga tetep brjln sesuai dg harapan masing2, tidak larut dlm kekagetan....ternyata tidak sesempurna yg dibayangkn
- bgm menjadikan keunikan suami istri bisa dpandang sebagai hal yg positif, bkn negatif..
- bagaimana cara membangun peradaban dr rmh sjk dini, sementara sy n suami sepakat sjk awal memasukan anak2 k pondok agar mereka sdh hafidz al quran n mendapatkn bekal ilmu agama yg byk dr ahlix.kebersamaan kami dibatasi oleh jarak dan waktu😁😁.br bs bersama2 kl pas jadwa libur pondok.mhn penjelasan secara teknisx jg.
jawaban:
Bunda Dede Soleha, kita paham bahwa tidak ada manusia yang sempurna. maka tugas kita adalah berusaha saling memahami satu sama lain, menghormati kelebihan masing-masing agar kita bisa merasa bangga bersanding dengan pasangan kita. saling mengisi kekurangan. kita harus sering ngobrol santai, agar FoR ( Frame of Reference) dan FoE ( Frame of Experience ) kita dan suami sama. menurut bu septi sering2 pillow talk sebelum tidur dengan pasangan kita
Bunda, usahakan selalu untuk itu mengijinkan hati anda “jatuh cinta ” setiap saat terhadap suami. Ketika salah satu tidak sesuai harapan, jangan saling menyalahkan, itu tandanya kualitas kita juga sedang berkurang di hadapan Allah, maka teruslah memantaskan diri menjadi istri yang baik, Allah Maha membolak balikkan hati, maka hanya Allah yang bisa membolak balikkan hati pasangan kita, BUKAN kita.
buat frame kita sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah, bila memang negatif menurut frame Allah ini berarti ini memang negatif dan harus dibicarakan baik-baik secara bersama. namun bila keunikan suami kita menurut frame Allah tidak negatif, tentu kita harus lapang dan berusaha mencintai keunikan ini, karena keunikan ini adalah fitrah yang Allah berikan kepada suami kita. Dan kita wajib mendukung suami kita untuk fokus kepada keunikan tsb.
kebersamaan ini tidak mesti selalu bersama, bu septi pernah cerita ketika anaknya yang besar sekolah di singapur, beliau ketika Ramadhan bersama2 membuat jadwal ngaji bareng bada maghrib dengan skype. jadi tentu long distance tidak menghalangi kebersamaan. ketika jadwal kunjungan anak bisa kita optimalkan moment tsb untuk bersama keluarga membuat forum keluarga yang santai.
prinsip terakhir dari bu septi: ” Semua boleh, kecuali yang tidak boleh”. Semua teori yang diyakini keluarga boleh dipakai, yang tidak boleh cuma satu “Mencari kelemahan anak-anak kita”
Komentar
Posting Komentar