pengamen yang mengajariku bersyukur



Ini adalah sebuah cerita berdasarkan pengalaman pribadi saya.tepatnya di minggu minggu awal bulan syawal.jarak tempuh rumah dan kampus atau sebaliknya dapat dikatakan jauh ditambah lagi tangerang kota industry yang sering terjadi kemacetan di tiap kilometernya ditambah volume kendaraan yang semakin banyak.ketika pukul 17:00 wib tugas dari kampus telah saya selesaikan.dan akhirnya saya diizinkan pulang.karena sudah memasuki waktu ashar akhirnya saya putuskan untuk melaksanakan kewajiban saya terlebih dahulu sebelum akhirnya  melakukan perjalanan pulang.setelah melaksanakan kewajiban  akhirnya saya memutuskan untuk melakukan perjalanan pulang.dan sebelum naik kendaraan umum saya membeli sebotol minuman untuk membatalkan puasa,karena sesuai perkiraan saya akan tiba di rumah setelah waktu maghrib selesai karena jam jam segini karyawan pabrik baru pada pulang kerja dan pasti sangat macet di sepanjang jalan.
Ternyata benar apa yang menjadi perkiraan saya.waktu maghrib telah tiba,akhirnya saya membatalkan puasa di perjalanan dengan sebotol air minum yang saya beli dikampus.dan batas waktu maghrib hanya tinggal beberapa menit lagi sementara saya belum tiba dirumah.bukan pulang larut malam yang saya khawatirkan tetapi waktu maghrib yang terlewatkan lah yang saya khawatirkan karena saya tidak mau melalaikan kewajiban saya yang satu itu betapa ruginya saya jika hal itu terjadi.lalu kuputuskan untuk berhenti disebuah masjid yang letaknya masih sangat jauh dari rumah tak apalah pulang larut malam asalkan jangan kulalaikan kewajibanku ini.beberapa menit seusai salat maghrib berkumangdanglah azan isya dan akhirnya sekalian saya shalat isya di masjid itu.yang menjadi pertanyaan saya di masjid ini adalah mengapa masjid semegah ini tetapi jemaahnya sangat sedikit.sangat amat disayangkan.dan ketika seusai melaksanakan kewajiban saya melihat dua  anak laki laki yang sedang jongkok di hadapan sepatu saya dari kajauhan.dan ketika saya ingin mendekati sepatu saya salah satu diantara mereka melihat saya lari terbirit birit akan tetapi yang satunya lagi hanya terdiam dan mengelap sepatu saya dengan tangannya.saya fikir dia adalah penyemir sepatu namun mengapa setelah menyemir sepatu ia pamitan pulang tanpa meminta upah.akhirnya saya panggil anak itu dan raut wajah anak itu tampak ketakutan.dan saya penasaran dengan anak itu sebenarnya dia siapa.

Saya:”dek,sini!!”
(Kemudian anak itu mendekati saya dengan langkah ragu ragu)
Saya:”kamu mau kemana?,sini duduk dulu deh.oh iya kamu udah makan belum?”
Anak:”mau pulang,belum kak?”
Saya:”memang rumahnya jauh dari sini ya?”
Anak:”lumayan”(jawabnya datar)
Saya:”saya mau makan,kamu tau gak dimana yang jual masakan padang didaerah sini,dan saya mau kamu temenin saya makan.”
Anak:”oh aku tau kak.mau aku antar?”(raut wajahnya tampak ceria).
saya dan dia berjalan ke rumah makan padang dan ternyata tidak jauh dari masjid.kemudian saya memesan 2 piring makanan dan minuman dengan menu yang sama.dan disinilah saya banyak bertanya tentang anak itu.

“Nama anak itu fadli tetapi nama panggilannya bedil*entahlah.ternyata dia adalah seorang pengamen jalanan yang putus sekolah sejak kelas 3 SD dikarenakan ayahnya merantau ke Jakarta dan tidak pulang pulang sementara ibunya sebagai pemulung yang penghasilannya tak seberapa hanya cukup membiayai makan sehari hari untuk adik dan dirinya.usia fadli sekarang 9 tahun.dan ia memnjadi pengamen jalanan untuk membantuk perekonomian keluarga karena ibunya mulai sakit sakitan dan tidak bisa mencari nafkah lagi.dan ternyata ada banyak anak seusia dia yang mengalami nasib serupa”.ujarnya.

Ada banyak pertanyaan yang saya lontarkan padanya dan jawaban dari anak ini membuat saya tersadar betapa beruntungnya saya dan membuat hati saya terbuka bahwa saya harus banyak banyak bersyukur.dan saya memang sering bercakap cakap dengan anak anak seperti mereka di sebuah komunitas tetapi yang ini sangat berbeda.
Dan ketika saya selesai makan.anak itu menyisakan setengah porsi makanannya dan meminta pelayan untuk membungkusnya.saya hanya tercengang melihatnya karena untuk apa ia melakukan hal itu.kemudian ia hanya menjawab”ibu dan adikku dirumah jarang jarang makan seperti ini kak bahkan tidak pernah.mangkannya aku ingin mereka merasakan apa yang aku makan”.dan saya hanya terdiam.seporsi menu nasi padang yang harganya terjangkaupun mereka belum pernah merasakannya.ya Rabb betapa beruntungnya saya.dan akhirnya saya hanya memutuskan agar ia menghabiskan makanannya kemudian saya memesan 2 porsi menu yang sama untuk ibu dan adikknya.

Dan setelah pesanan dibungkus saya berikan kepada anak itu dan ia mengatakan”makasih banyak ya kak udah kasih makanan untukku,ibu dan adikku,semoga kakak diberikan rezeki yang banyaaak oleh gusti ALLAH,dan semoga kuliahnya lancar,sebenarnnya tadi aku mau nyolong sepatu kakak tapi gak jadi soalnya kaka udah keburu datang,maafin ya kak makasih banyaak”.dan anak itu mencium tangan saya mungkin sebagai penghormatan dan terakhir ia pergi begitu saja dan mengatakan”assalamualaikum”.
Saya tak habis fikir dengan anak itu.karena sudah malam saya segera membayar makanan itu dan ketika melihat isi dompet hanya ada 6 lembar 10 ribuan,dan saya baru ingat tadi pagi saya baru transfer uang untuk usaha saya dan sisanya saya simpan di tabungan saya.saya hanya dapat menghela nafas dan positive thinking anggaplah ini sebagai amal saya.

ALLAH memang maha pengasih dan maha penyang dan rezeki itu datang setibanya saya di rumah ada beberapa pesanan buku yang dipesan melalui pesan singkat.dan keesokan harinya mereka bayar dengan lunas atas buku yang mereka pesan kepada saya. sungguh nikmat manakah yang kau dustakan.alhamdulillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pertanyaan martikulasi IIP sesi 3

NHW5_Nina Rahmawati_Tangerang

NHW4_Nina Rahmawati_Tangerang