Ibu tiri tak sekejam ibu kota (part 1)
Sedikit pengalaman yang saya dapatkan dari sebuah tempat
yang pernah saya singgahi ketika magang.ada banyak orang mengatakan bahwa tempat
yang saya singgahi ini adalah pusat prostitusi di kota metropolitan.saya tidak
tahu mengapa ditempatkan ditempat ini dan filosofi yang saya pegang ketika
berada di tempat itu adalah “Air laut yang asin tak mampu mengubah rasa daging ikan menjadi asin”.tak
peduli bagaimana tempatnya yang pasti saya disini untuk belajar.
Ketika itu saya sedang mencari tempat makan yang berlabelkan halal
karena ditempat yang saya singgahi mayoritas non muslim sehingga sulit sekali
menemukan makanan yang diperbolehkan menurut agama yang saya yakini.dan
akhirnya saya menemukannya.rumah makan ini sangat ramai dan saya mengambil
tempat duduk yang berkursi dua meskipun
saya hanya seorang diri datang kesani.hhe
Beberapa menit kemudian datang seorang perempuan menghampiri
saya.wajahnya bak selebritis sedikit mirip penyanyi dangdut.dengan rambut
panjang terurai,sepatu hak tinggi bermake up tebal dan baju yang menurut saya
terbuka.dengan Pede nya duduk dihadapan saya sambil membawa makanan yang ia
pesan.kemudian dia bekata.
“nama gue sisca,elo lagi gak makan bareng siapa siapa kan.jadi gue
disini gak apa apa ya?”ucapnya
“iya gak apa apa?”sambil tersenyum
“tepat dugaan gue!!!”sambil menyeruput minumannya.
Saya sebenarnya tidak mengerti kalimat “tepat”yang dia maksud.dan saya
penasaran dengan wanita yang ada dihadapan saya ini karena pakainnya yang
vulgar.dan saya mulai bertanya.
“tepat apa ya maksudnya mbak??”
“okeh,elo pasti lulusan pesantren,dan wajah elo tuh masih muda terus
pakaian lo agamis banget .dan gak mungkin lah lo jalan bareng pacar lo.nanti lo
masuk neraka kalo kaya gitu? haha”intonasi yang kurang begitu jelas karena
mulutnya penuh makanan.
Sebenernya gak sopan orang berbicara dengan makanan yang penuh
dimulut.ditambah lagi kalimatnya yang membuat saya kesal.lagi lagi saya
teringat bahwa saya harus menjadi agen muslimah yang baik.saya habiskan makanan
terlebih dulu kemudian saya akan bertanya banyak hal pada wanita ini.dan setelah
makanan saya selesai saya mulai bertanya.
“kok mbak bisa tahu kalo saya dari pesantren?”ucap saya
“yaa tau lah.gue juga dulu kaya elo.Cuma semenjak gue kerja dijakarta
semuanya berubah?ikehidupan ibukota itu kejam lebih kejam dari ibu TIRI.”jawabnya.
“maaf ya mbak sebelumnya.emang mbak asalnya dari mana dan kerja apa kok
bisa berubah begini?”saya berbicara dengan nada yang halus agar dia tidak
tersinggung.
“gue dari sumedang,gue mah kerjanya gak tetep kalo ada panggilan
aja.tapi gaji gue gede”.jarinya sibuk mainin handphone.
Kemudian handphone wanita itu berdering dan sepertinya ada janji
bertemu dengan seseorang kemudian bergegas untuk pergi meninggalkan saya.dan sebelum
pergi wanita itu berkata.
“gini-gini gue juga masih solat 5 waktu kok Cuma penampilan dan kerjaan
gue aja yang gak bener itu juga demi hidup kok.elo jangan kaya gue.gue udah
ditunggu klien gue.byeee”
Kemudian wanita itu meninggalkan saya dan saya masih terdiam di kursi
ini.
Komentar
Posting Komentar