"jelita"
Suatu hari disalah satu
gerbong kereta aku bejumpa dengan wanita muda yang duduk dibangku
prioritas bersama wanita tua
disampingnya.kemudian aku duduk di samping wanita tua itu,dan wanita tua itu
tersenyum ramah padaku dan memulai sebuah percakapan.beliau menceritakan banyak
hal khususnya tentang wanita muda yang berada disebelahnya yang sedari tadi
hanya terdiam menyimak percakapan antara kita berdua dan ternyata wanita muda
itu adalah keponakannya.aku menyebut wanita muda ini dengan sebutan “jelita”
ternyata beberapa hari yang lalu jelita baru saja mengikuti ujian nasional tingkat
sekolah dasar dan rencananya akan melanjutkan kursus menjahit,aku baru tahu
ternyata jelita berkebutuhan khusus dan beberapa bulan yang lalu ia melakukan operasi tulang belakang dan akan ada
operasi lanjutan di bulan depan.sejak usia 5 tahun ayahnya meninggal dunia dan
ibunya pun demikan ditahun berikutnya.jelita hanya memiliki 2 orang
kakak,sayangnya sang kakak tak pernah menengok walau hanya sekedar menanyakan
kabar.tak terbayang apa rasanya menjadi jelita.di usianya yang masih terbilang
muda begitu banyak cobaan yang di deritanya.raut wajahnya tampak sebuah
kedamaian seakan apa yang ia alami bukanlah sebuah beban dan berkali kali ia
menatapku dengan senyuman.ingin aku bertanya banyak hal kepada jelita sayangnya
jelita hanya tersenyum,mungkin ini yang disebut percakapan antara hati ke hati.menjadi
tuna wicara bukanlah keinginan jelita tapi apa daya kita tidak bisa meminta
untuk dijadikan yang sempurna sekalipun ada banyak orang yang lebih sempurna
dari jelita tetap saja manusia selalu meminta lebih sempurna.entah sesempurna apa
yang manusia inginkan tapi itulah kenyataannya padahal kita semua tahu bahwa
hanya tuhan yang maha sempurna.sejatinya kita adalah hasil karya sang
pencipta.apapun hasilnya itulah yang terbaik untuk kita.satu hal yang harus
kita yakini adalah tuhan maha adil dan tuhan tak akan pernah meninggalkan kita.
Setibanya di stasiun akhir kita berpisah.dan aku mengucapkan
“jelita harus jadi orang yang berguna ya?”.dan ia hanya tersenyum.diam diam aku
berdoa untuknya semoga tuhan selalu menguatkan hatinya dan meridhoi setiap
langkahnya.karena tanpa sengaja jelita mengajarkanku tentang arti kehidupan.
Komentar
Posting Komentar