filosofi pacaran menurut sohibati
Dibangku yang sama aku dan temanku duduk,kita duduk dibangku
istirahat yang disediakan disalah satu pusat perbelanjaan di tangerang.entah
magnet apa yang mampu membuat mataku tertarik untuk memperhatikan anak laki
laki yang sejak tadi berdiri dan menatap sebuah mainan yang di pajang di sebuah
toko.hanya kaca yang menjadi pembatas antar dia dan mainan itu.kemudian temanku
menyadarkan aku yang sejak tadi serius menatap anak itu.dan tiba tiba temanku
mengajukan pertanyaan seperti ini
“aku punya sebuah perumpaan tentang pacaran yang dikaitakn
dengan anak laki laki yang kamu lihat itu”.ucapnya.
“ah kamu ini selalu bertanya tiba tiba dan menbuatku tidak mengerti”.jawabku.
“aku serius nin!”.matanya menatapku tajam.
“yasudah memangnya perumpamaan apa yang kamu maksud?”tanyaku
pasrah.
aku selalu pasrah mendengarkan apa yang ia ucapkan meskipun terkadang
aku tak faham apa yang ia ucapkan.tetapi sebagai teman yang baik dengarkan saja
.mungkin saja ada ilmu di balik ucapannya.
“jadi begini;orang pacaran itu seperti anak laki laki yang
kamu perhatikan sejak tadi;ia menginginkan mainan itu akan tetapi ia belum
mampu membelinya sehingga ia hanya mampu mentapnya dari balik kaca itu.dan ada
dua cara agar anak laki laki itu mendapatkan mainan yang ia inginkan.pertama,ia
mengumpulkan uang kemudian membeli mainan ke pemilik toko itu dan membelinya
secara baik baik dan cara yang kedua yaitu ia memecahkan kaca itu dan mengambil
mainan itu”jelasnya.
“tapi kan seandainya ia mengambil cara yang kedua tentunya
akan di marahi satpam?”tanyaku heran.
“good!! Ya itulah pacaran!!mengambil sesuatu yang bukan
miliknya (hak) sehingga penjaga ataupun pemilik toko itu akan marah padanya.”jelasnya.
Dan kali ini aku hanya diam dan tersenyum meng-IYAkan apa
kata kawanku ini.

Komentar
Posting Komentar