kebebasan menjelajah
Andai papaku memberiku waktu lebih banyak untuk melakukan
perjalan lebih jauh lagi menelusuri setiap daerah yang kumau dan mencari makna
sebuah kehidupan,mempelajari tentang keyakinanku,belajar dari ilalang yang
tinggi,gemercik air,daun gugur ataupun yang lainnya sehingga aku memiliki banyak
pengalaman yang benar benar nyata tak seperti di dalam buku yang hanya bisa
membayangkan dengan imajinasi.memang membuat wawasan lebih luas tetapi tetap
saja “experience is the best teacher”.entah apa yang ada di dalam pikiran
papaku itu sehingga begitu overprotective terhadap anak permempuannya
ini.bahkan menginap di rumah temanpun tidak boleh jika tidak mendesak,dan
beliau hanya berkata”tanggung jawab seorang ayah itu berat nak,terutama untuk 4
perempuan,ibunya,istrinya,anak perempuannya,dan saudara perempuannya karena
laki laki akan diminta pertanggung jawaban atas ke 4 perempuan tersebut.suatu
saat ketika kamu sudah memiliki suami juga akan mengerti.dan akan ada hari
dimana kamu diizinkan bebas kemanapun kamu mau”y begitulah ucapan yang sering
beliau ucapkan kepadaku ketika aku kekeuh menuntut kebebasan menjelajah.tetapi
memang ada benarnya juga sih apa yang papaku katakan
karena pergaulan anak jaman sekarang begitu bebas sampai akhirnya kebablasan.
sebagai anak yang baik ya ku turuti semua perintahnya selama itu dalam
kebaikanku juga meskipun kadang kala aku sedikit nakal dan mencuri curi waktu
agar bisa menjelajah seperti ketika aku ikut karantina beberapa minggu yang
lalu,menjelajah kota tangerang,bermain dengan pengamen jalanan.dan hal lainnya
#maafkan anakmu ini pah.jadi teringat potongan lyric lagu ciptaan ada band
yaitu:
“Kau inginku menjadi yang terbaik
bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaanYang mungkin ku lakukan
dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu
jatuh dan terinjak”
Dengan harapan ketika aku memiliki
anak kelak.anakku bisa mematuhi perintah kedua orangtuanya seperti apa yang aku
lakukan saat ini.karena semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya
meskipun terkadang mereka salah dalam caranya.bagaimanapun juga jaman dahulu
berbeda dengan jaman kini bahkan jaman yang kan datang.semoga jika kita menjadi
orang tua nanti kita bisa menjadi orang tua yang bijaksana terhadap anak anaknya
seperti yang papaku lakukan saat ini hanya saja anaknyalah yang belum mengerti
apa yang dipikirkan papanya itu.dan aku berharap suatu hari nanti akan ada seseorang
yang menemaniku melakukan perjalanan menjelajahi setiap jengkal daerah yang ada
di bumi,membaca bersama dan melukiskan sejarah bagi kita tentunya dengan seizin
papaku dan orang itu adalah teman hidupku dunia maupun akhirat.semoga ada yang
meng amini nya :)

Komentar
Posting Komentar