3 juz lil umi wa abi



     Tepat di tanggal 20 agustus 2014 aku menyelesaikan karantina bersyaratku untuk menghafalkan quran.alhamdulillah hari ini aku di sima’ yaitu hafalanku di perdengarkan mulai dari awal hingga akhir sesuai perjanjian di awal.ternyata ada 12 orang yang mengambil hafalan 3 juz dari semua golongan usia dan ternyata mereka usianya dibawahku.dan untunglah ada satu orang peserta yang usianya diatas aku dua tahun.jadi saat duduk satu shaf tidak terlalu malu.hhe.nano nano rasa  di dalam dada tak terasa suasanan seperti ini membuat tanganku dingin bahkan mungkin dingin nya setara dengan es buah yang kumakan ketika buka puasa.bagaimana tidak hampir seribu pasang mata menuju kearah panggung dan saat itu pula mereka menyiapkan telinga mereka untuk mendengar hafalan kami para peserta.di tambah lagi ada 3 orang juri dan salah satu di antara juri itu sangat tersohor di negri ini.satu persatu para peserta maju berdasarkan kelompok banyaknya hafalan yang mereka hafalkan.

sekitar pukul 12:00 acara selesai ditutup dengan pembagian sertifikat dan doa bersama.Jayyid adalah yudisium yang kudapatkan,ini berdasarkan beberapa pertimbangan adapun yang lebih tinggi yudisiumnya yaitu mumtaz.dan yang membuat saya tercengang adalah peserta yang mendapatkan yudisium ini masih berusia 10 tahun dengan jumlah hafalan nyaris sempurna yaitu 28 juz dan satu peserta lagi usianya 30 tahun dengan 30 juz.subhanallah allahuakbar.begitu antusiasnya mereka menghafal kalamullah,dan adapula usia tertua yang masih mau berusaha  untuk menghafal kalamullah yaitu seorang kakek berusia 69 tahun.subhanallah.ternyata masih banyak orang yang mau menghafal kalamullah di zaman zaman seperti ini meskipun perbandingannya sangatlah sedikit tapi hal ini membuktikan bahwa orang seperti mereka itu ada.dan ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan menghafal al quran.
     Ba’da dzuhur aku memutuskan untuk menemui pendamping hafalanku dan kuserahkan sertifikat ini kepada beliau karena beberapa alasan.salah satunya aku tidak pantas mendapatkanya dan biarlah ALLAH yang menjadi saksi atas kekuatan hafalanku dan aku takut sertifikat ini membuat terlena ataupun ria.alhasil pendamping hafalanku pun menerima alasanku.kemudian aku berpamitan pulang kepada beliau,teman temanku seperjuangan dan pembimbing lainnya khususnya salah satu pembimbing yang telah memberikanku pengertian waktunya dengan adanya syarat karantina.dan kegiatan ini banyak memberikanku pengalaman yang sangat berarti.terlebih kedua orangtuaku tak pernah tahu bahwa anaknya selama ini mengikuti kegiatan semacam ini.karena selama ini ketika aku ingin pergi untuk setoran hafalan aku hanya katakan bahwa aku ngin main ke rumah teman.karena aku yakin jika aku mengatakan sejujurnya aku tidak akan diizinkan karena harus keluar dari daerah tangerang tanpa muhrim ataupun teman.dan jujur ingin ku katakan bahwa hafalan ini yaitu juz 1,2 dan 30 ku persembahkan untuk kalian berdua.karena aku menginginkan kalian menggunakan mahkota serta jubah itu di akhirat nanti.do’akan anakmu semoga 27 juz lagi bisa hafal sedini mungkin.sekali lagi maafkan anakmu ini ya mah pah.
     Perjalanan pulang dari karantina menuju rumah 1 pesan singkat dari mama”teh lagi dmna?kapan pulang?nenek muti meninggal”.
“innalilahiwa inna ilahirojiun”.tak dapat di ungkapkan oleh kata kata apa yang ku rasakan saat ini serasa cepat sekali kebahagiaan berlalu.sempat kulihat kondisi beliau beberapa tahun ini yang sangat memprihatinkan karena penyakitnya ketika ku menjenguknya di kuningan.semoga penyakit yang beliau dapatkan sebelum akhirnya pergi menemui tuhannya adalah penggugur dosa dosanya selama didunia agar kelak di permudah saat di hisab.semoga kita di pertemukan kembali di surgaNYA ya nek.aku cucumu yang selalu mendoakanmu dari kejauhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pertanyaan martikulasi IIP sesi 3

NHW5_Nina Rahmawati_Tangerang

NHW4_Nina Rahmawati_Tangerang